Teks Sejarah Kelas 12 IPS 1
Berikut merupakan hasil pekerjaan saya mengenai Teks Sejarah Orang Terdekat.
Berikut merupakan hasil pekerjaan saya mengenai Teks Sejarah Orang Terdekat.
Rohadi adalah putra dari Suyono
Mardi Sumarto dan Lasinah . Ia merupakan anak ke-2 dari 7 bersaudara. Lahir
pada tanggal 16 April 1966, di desa Teras, Boyolali, Jawa Tengah. Ia memiliki 2
anak laki-laki dan 1 istri yang cantik. Ia saat ini berprofesi sebagai TNI-AD.
Semasa kecilnya ia banyak menghabiskan waktunya untuk
membantu kedua orang tuanya bersama saudara-saudara lainnya. Kondisi ekonomi
keluarganya masih terbilang cukup rendah dan diantara saudara-saudaranya lah
Rohadi sampai berusaha mencari biaya tambahan untuk membuantu perekonomian orangtuanya.
Semasa sekolah, ia banyak dicemooh karena kondisi ekonomi keluarganya, akan
tetapi Rohadi tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Sesudah tamat pada jenjang sekolah.
Rohadi berpamitan kepada orangtuanya untuk mendaftarkan diri sebagai TNI-AD di
Jakarta. Kehidupan di Jakarta sungguh keras saat itu, akan tetapi, gelora
semangat kaum pemuda masih membara. Setelah berhasil mendaftar dan diterima dalam
kesatuan TNI-AD, Rohadi ,medapatkan tugas pertamanya di Solo, Jawa Tengah pada
usianya yang ke 20. Selama 3 tahun bertugas disana bersama rekan seangkatanyya,
ia tidak banyak menemukan kendala. Barulah pada usianya yang ke 21 ia
mendapatkan calon istri yang bernama Trisni. Trisni merupakan orang yang
berlatar belakang sebagai gadis desa yang terkenal akan keramahan dan
sosialisnya di lingkungan desa. Umur 27 tahun, Rohadi menikah dengan Trisni
yang telah diresuti oleh orangtua dari kedua belah pihak. Setelah itu mereka
tinggal untuk beberapa waktu di Jakarta. Rohadi bekerja seperti biasanya
sebagai TNI-AD sedangkan Trisni bekerja sebagai buruh pabrik. Akan tetapi,
tidak lama setelah itu Rohadi dipindah tugaskan ke Tangerang yang otomatis
Trisni juga mengikuti sang suami.
Pada era reformasi, Istri dari
Rohadi melahirkan putra pertamanya yang bernama Galih Aulia Mahadi pada 22 Mei
1999. Selang 1 tahun berikutnya, disusul oleh putra keduanya yang bernama Ghani
Risqulloh Mahadi pada 28 November 2000. Saat mereka masih balita, ia ditinggal
Sang Ayah untuk bertugas di Atambua selama 2 tahun. Setelah bertugas di sana,
Rohadi mendapatkan pangkat baru dan dipindahkan ke Majalengka, Jawa Barat. Di
sanalah keluarga Rohadi mulai membangun perekonomiannya sedikit demi sedikit. Belum
lama tinggal di sana ia dikirim ke Aceh atas tugas atasanya dalam menghadapi
Gerakan Aceh Merdeka. Meskipun sering ditinggal tugas oleh Sang Suami, Trisni
tetap sabar dalam menghadapi risiko tersebut. Rohadi yang dikirim ke Aceh dalam
memberantas operasi GAM tersebut berhasil menyelesaikan tugasnya meskipun tidak
sedikit teman-temannya yang gugur.
Pada tahun 2004, Rohadi kembali ke
Majalengka dan dipromosikan sebagai Kapten. Atasannya menunjuk Rohadi untuk
memimpin kesatuan kesehatan di KOSTRAD YONIF 321. Pada 2007, lagi-lagi ia harus
pindah tugas. Ia ditugaskan di Magelang, Jawa Tengah dan ditempatkan di salah
satu instansi kesehatan yaitu RST Dr. Soedjono. Pada tahun 2008, Sang Istri
beserta anak-anaknya ikut pindah ke Magelang.
Selama bertugas di Magelang, Rohadi
banyak mendapatkan apresiasi dari atasan maupun teman-temannya karena
kegigihannya dalam bertugas. Ia juga selalu mendapatkan dukungan dari orang tua
dan saudaranya serta dari keluarganya sendiri. Saat kedua anaknya memasuki
dunia SMA, Rohadi dipromosikan menjadi Mayor dan dipindahkan ke satuan
Cendrawasih, Irian Jaya. Meskipun jarang bertemu dengan keluarga, ia sering
berpesan pada setiap anggota keluarganya untuk selalu semangat menjalani hidup
ini dan jangan meninggalkan ibadah. Istri dan anak-anaknya yang berada di
Magelangpun ikut menyemangatinya meskipun hanya melalui teknologi HP saat ini. Sewaktu ia ditugaskan, ia meletakkan sebagian tanggung
jawab untuk melindungi keluarganya kepada putra pertamanya karena Rohadi
menilai putra pertamanyalah yang memiliki wibawa tinggi dalam melaksanakan
suatu tugas.
Beratnya sebuah perjalanan hidup
tidaklah terlepas dari segala cobaan dan halangan yang kita terima, karena itu tergantung kita menyikapinya
seperti apa agar halangan tersebut tidak menjadi beban sewaktu kita menjalani
hidup ini. Rohadi mengajarkan pada kita agar selalu berusaha menjadi yang
terbaik di lingkungannya, ia memiliki salah satu moto hidup yang menjadi acuan
dalam meraih kesuksesan yaitu “Kesuksesan dapat diraih apabila kita tidak
berhenti mencoba, selalu belajar prihatin, serta berpegang teguh pada agama
Islam.” Hal ini dibuktikan dari prestasi yang telah ia capai hingga saat ini.
Pelajaran menarik lainnya dicontohkan oleh Sang Istri yaitu Trisni dimana ia
selalu sabar dalam menghadapi berbagai risiko dan selalu setia kepada pasangan
hidupnya bagaikan “Sepasang Merpati”.
Sekian hasil pekerjaan saya, apabila masih terdapat kesalahan mohon beritahu dan saya juga mohon maaf apabila kesalahan tersebut sangat fatal karena saya hanyalah seorang pelajar yang masih belajar. Terima kasih. :)

2 komentar:
Mohon disertai foto mengenai tokoh yang Anda tulis sehingga lebih faktual.
Ok, super! Terima kasih. Latar blog mohon dipertimbangkan, terutama di bagian tepi yang semakin gelap.
Posting Komentar